Alkohol dan Kesehatan Mental
![]() |
| mental health has to do with alcohol |
Sehat
sering kali dipersepsikan dari segi fisik saja. Padahal sehat juga berarti
tentang kesehatan jiwa. Sayangnya, persoalan kesehatan jiwa masih dianggap
kalah penting dibandingkan kesehatan fisik. Padahal saat ini sudah ada asuransi
kesehatan yang menawarkan perlindungan terkait kesehatan mental.
WHO menyebutkan, anak muda alias generasi
milenial saat ini lebih rentan terkena gangguan mental. Terlebih masa muda
merupakan waktu di mana banyak perubahan dan penyesuaian terjadi baik secara
psikologis, emosional, maupun finansial. Misalnya upaya untuk lulus kuliah,
mencari pekerjaan, atau mulai menyicil rumah.
Selain perubahan hidup, teknologi juga turut
berkontribusi terhadap kesehatan mental generasi muda. Salah satunya adalah
penggunaan media sosial. Media sosial seakan menciptakan gaya hidup ideal yang
sebenarnya tidak seindah kenyataan. Hal inilah yang menciptakan tekanan dan beban
pikiran pada generasi muda.
Alkohol telah menjadi bagian penting dari
masyarakat dan budaya kita selama berabad-abad. Di Inggris Raya, orang-orang
dari segala usia minum alkohol dalam jumlah yang bervariasi. Alkohol dapat
berdampak pada kesehatan mental kita
Apa pengaruh alkohol terhadap kesehatan mental
kita?
Alasan kita minum dan konsekuensi dari minum
berlebihan terkait dengan kesehatan mental kita. Masalah kesehatan mental tidak
hanya diakibatkan oleh terlalu banyak minum alkohol, tetapi juga dapat menyebabkan
orang untuk minum terlalu banyak
Sederhananya, alasan utama meminum alkohol adalah
untuk mengubah suasana hati kita - atau kondisi mental kita. Alkohol dapat
meredakan perasaan cemas dan depresi untuk sementara waktu dan orang sering
menggunakannya sebagai bentuk 'pengobatan sendiri' dalam upaya menghibur diri
sendiri atau kadang membantu tidur. Minum untuk mengatasi perasaan
sulit atau gejala penyakit mental kadang-kadang disebut 'pengobatan sendiri'
oleh orang-orang di bidang kesehatan mental. Inilah yang sering menjadi alasan
orang dengan masalah kesehatan mental minum. Tapi itu bisa memperburuk masalah
kesehatan mental yang ada. Ini juga bisa digunakan sebagai bentuk penanganan
penyakit mental yang parah
Masalah alkohol lebih umum terjadi pada orang
dengan masalah kesehatan mental yang lebih parah. Ini tidak berarti bahwa
alkohol menyebabkan penyakit mental yang parah. Bukti menunjukkan bahwa orang
yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah tinggi rentan terhadap peningkatan risiko
masalah kesehatan mental dan konsumsi alkohol dapat menjadi faktor penyebab
beberapa masalah kesehatan mental, seperti depresi.
Bagaimana alkohol memengaruhi suasana hati kita?
Minum menurunkan hambatan. Biasanya, konsumsi
alkohol yang berlebihan berarti lebih sedikit kendala pribadi yang ada. Selain
itu, alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh kita untuk beristirahat, sehingga
tubuh kita harus bekerja lebih keras untuk memecah alkohol dalam sistem kita.
Gangguan alkohol dengan pola tidur ini dapat menyebabkan penurunan tingkat
energi
Alkohol juga menekan sistem saraf pusat, dan ini
dapat membuat suasana hati kita berfluktuasi. Itu juga dapat membantu 'membius'
emosi kita, sehingga kita dapat menghindari masalah-masalah sulit dalam hidup
kita. Alkohol juga dapat mengungkapkan atau memperkuat perasaan yang mendasari
kita, seperti membangkitkan ingatan masa lalu tentang trauma atau memicu
perasaan tertekan yang terkait dengan peristiwa menyakitkan di masa lalu.
Kenangan ini bisa begitu kuat sehingga menciptakan kecemasan, depresi, atau
rasa malu yang luar biasa. Menghidupkan kembali ingatan dan perasaan gelap ini
saat berada di bawah pengaruh alkohol dapat menimbulkan ancaman bagi
keselamatan pribadi dan juga keselamatan orang lain.
Bagaimana dengan efek samping alkohol pada
suasana hati?
Salah satu masalah utama yang terkait dengan
penggunaan alkohol untuk mengatasi masalah kesehatan mental adalah konsumsi
alkohol secara teratur mengubah kimiawi otak. Ini menurunkan kadar serotonin
kimiawi otak - bahan kimia utama dalam depresi. Sebagai akibat dari penipisan
ini, proses siklus dimulai di mana seseorang minum untuk menghilangkan depresi,
yang menyebabkan kadar serotonin di otak menjadi habis, yang menyebabkan
seseorang merasa lebih tertekan, dan dengan demikian membutuhkan lebih banyak
alkohol untuk kemudian mengobati depresi ini.
Bagaimana cara mendapatkan bantuan?
Ada
beberapa cara untuk mengatasi kecanduan alkohol, tergantung pada tingkat
kecanduan, dan keinginan pasien. Pasien bisa memilih untuk berhenti total, atau
sekedar mengurangi konsumsi alkohol.
- Menjangkau
teman atau anggota keluarga yang terpercaya
- Berolahraga
- Terlibat dalam
perilaku merawat diri
- Membangun
hubungan sosial yang baru dan sehat

Komentar
Posting Komentar